Mengupayakan Pembangunan Peternakan yang Berkelanjutan Guna Terciptanya Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
Suistanability Development Goals :
"Mengupayakan
Pembangunan Peternakan yang Berkelanjutan Guna Terciptanya Indonesia Sebagai
Lumbung Pangan Dunia "
A.Latar
Belakang
Pembangunan
berkelanjutan adalah usaha meningkatkan laju pertumbuhan hasil pembangunan agar
sesuai dengan laju pertumbuhan kebutuhan hidup manusia saat ini dan masa yang
akan datang . Aspek utama mencapai kelanjutan yaitu untuk dapat
berproduktivitas yang berbeda beda
setiap sektornya , termasuk sektor peternakan .Pembangunan Peternakan
berkelanjutan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak , mengentas kemiskinan
khususnya warga pedesaan , meningkatkan pendapatan nasional , menjaga
kelestarian lingkungan , serta dapat menjadikan Indonesia sebagai lumbung
pangan dunia dimasa mendatang . Pangan sebagai kebutuhan dasar bagi manusia
membawa konsekuensi kepada pemerintah untuk menyediakan pangan yang cukup bagi
rakyatnya Permasalahan dan tantangan untuk mewujudkan ketahanan pangan
Indonesia berkelanjutan bersifat multidimensi , mencakup aspek ekonomi , social
, dan politik .
B.
Tujuan
1.
Menjaga keberlanjutan sumber daya peternakan .
2.
Mengembangkan produktivitas peternakan sehingga
mampu menghasilkan produk yang berkesinambungan.
3.
Menjaga keseimbangan antara bertambahnya
populasi penduduk dimasa depan dengan ketersediaan sumber pangan dari ternak.
C.
Isi
Pembangunan seringkali
hanya diartikan sebagai kemajuan yang dicapai oleh masyarakat dibidang ekonomi
saja . Hal ini terjadi karena teori pembangunan masih sangat didominasi oleh
para ahli ekonomi . Sebuah masyarakat dinilai berhasil melaksanakan pembangunan
, bila pertumbuhan ekonomi masyarakat tersebut cukup tinggi. Dengan demikian ,
yang diukur adalah jumlah seluruh kekayaan yang dimiliki , atau yang diproduksi
oleh sebuah masyarakat , bangsa , atau
Negara tiap tahunnya . Awal
munculnya konsep pembangunan berkelanjutan adalah karena perhatian kepada
lingkungan . Terutama sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui sedang
ekspoitasi terhadapnya dilakukan terus menerus. FAO (2009b) memperkirakan pada
tahun 2001 jumlah penduduk dunia mencapai 7 miliar dan akan menjadi 9 miliar
pada tahun 2050. Sementara itu , Badan Pusat Statistik (2008a) memprediksi
jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2025 akan mencapai 273 jta jiwa dari
sekitar 235 juta jiwa pada 2010. Data ini menindikasikan bahwa kebutuhan pangan
bagi enduduk Indonesia akan meningkat sejalan dengan kenaikan jumlah penduduk .
Peran pemerintah dalam
pembangunan peternakan berkelanjutan hanya akan meliputi aspek pengaturan ( Regulation ) , Pelayanan (services) , Penyuluhan (extension
) , dan penggerak pembangunan ( agent
of development) , sedangkan peran masyarakat atau swasta adalah subjek atau
pelaku pembangunan .
Mata pencaharian setengah dari 768 juta orang yang
hidup dalam kemiskinan diseluruh dunia bergantung langsung pada ternak . ini
membrikan 14% dari total kalori dan 33 % dari protein dalam diet tingkat global
. Populasi dan pendapatan yang terus bertambah , bersama dengan perubahan pola konsumsi
makanan , dengan cepat meningkatkan permintaan akan produk ternak . Produksi
daging global diproyeksikan meningkat lebih dari dua kali lipat dari 229 juta
ton pada tahun 1999 menjadi 465 juta ton pada tahun 2050 , sehingga dari fakta
ini dibutuhkanlah Pembangunan keberlanjutan peternakan untuk jaminan
ketersediaan pangan terutama hasil ternak yang merupakan pangan sumber protein
hewani dimasa depan.
Pembangunan sub-sektor peternakan merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari pembangunan pertanian secara umum dan bertujuan
untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat , memperluas lapangan
kerja dan kesempatan berusaha serta memenuhi kebutuhan pangan dan gizi yang
sesuai . Peternakan dimasa depan dihadapkan pada perubahan mendasar akibat
perubahan ekonomi global, perkembangan teknologi biologis , berbagai kesepakatan
internasional , tuntutan produk , kemasan produk , dan kelstarian lingkungan .
Konkritnya , peternakan Indonesia akan bersaing ketat dengan petenakana Negara
lain , untuk itu perlu mendorong peternak agar tetap mampu bersaing baik pada
skala local , regional , nasional maupun internasional . Konsumsi protein hewani penduduk Indonesia
pada tahun 2008 rata-rata 5,45 g/kapita/hari, terdiri atas 2,4
g daging dan 3,05 g susu dan telur. Konsumsi berdasarkan produk asal
ternak pada tahun 2008 rata-rata 5,93 kg daging, 6,91 kg susu, dan 6,37 kg
telur/kapita/tahun (Ditjen Peternakan 2010). Sementara itu,
kontribusi asupan protein asal ternak terhadap total konsumsi protein
penduduk Indonesia hanya 10,1%, sedangkan kontribusi protein asal ternak
dunia 27,9% dan untuk negara berkembang rata-rata 22,9% (FAO 2009a).
Dengan terus bertambahnya jumlah
penduduk maka kebutuhan pangan utama seperti beras, kedelai, dan
gula akan semakin tinggi, sehingga pemanfaatan lahan dan air akan
lebih diprioritaskan untuk pangan utama tersebut. Hal ini akan semakin
berat bagi subsektor peternakan untuk meningkatkan produksinya.
Lahan-lahan penggembalaan produktif akan dimanfaatkan untuk
tanaman pangan, dan peternakan akan beralih ke arah
peternakan intensif atau semiintensif dengan sistem integrasi tanaman
ternak, terutama untuk ternak ruminansia.
Kemungkinan peternakan akan tetap berkembang
pada daerah-daerah dekat konsumen (di pinggiran kota) dengan
mendatangkan bahan pakan dan pakan melalui perbaikan sistem transportasi,
terutama untuk unggas. Spesies ternak kemungkinan juga akan
bergeser. Spesies ternak yang mudah dan cepat berkembang
dan berproduksi akan menjadi pilihan utama, seperti unggas (ras
maupun lokal) dan babi serta ternak lain yang lebih efisien dan ekonomis.
(FAO 2009a; Daryanto 2011).
D.
Kesimpulan
·
Pembangunan berkelanjutan adalah usaha
meningkatkan lajju pertumbuhan hasil pembangunan agar sesuai dengan laju
pertumbuhan kebutuhan hidup manusia saat ini dan dimasa depan .
·
Konsep Suistanaible Development Goals ( SDG) akan memberikan wacana baru
mengenai pentingnya melestarikan lingkungan alam demi masa depan , generasi
yang akan datang .
·
Kebutuhan pangan asal ternak akan
terusmeningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk , meningkatnya
pendapatan masyarakat dan kesadaran gizi
, urbanisasi ,dan terjadinya
perubahan pola makan .
·
Untuk memenuhi kebutuhan pangan hewani
secara berkesinambungan bagi penduduk Indonesia perlu dilakukan : 1)
Pengembangan dan penerapan inovasi teknologi pemuliaan ternak , teknologi
produksi , teknologi penyakit , guna meningkatkan produktivitas ternak lokal.
2) pemanfaatan dan pengembangbiakan ternak hasil penelitian yang produktivitas
dan daya adaptasinya tinggi terhadap lingkungan dan pengembangan bahan pakan
lokal .
”Menuju Ketahanan Pangan Indonesia 2025”
(Ejurnal.litbang.pertanian.go.id )
Developing Suistanable Livestock Production by Feed
Adequacy Map : a case study in Pasuruan , Indonesia ( https://journal.ipb.ac.id
)
Livestock Production Science – Suistanable Livestock
Production : Methodological and ethnical challenges
Daryanto, A. 2011.
Poultry industry outlook. hlm. 299−344. Dalam R. Wibowo, H. Siregar, dan A. Daryanto (Eds). Format Baru Strategi dan Kebijakan Pembangunan Pertanian Indonesia 2010−2014. Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia, Jakarta.
FAO. 2009a. The State
of Food and Agriculture. Livestock in the balance. FAO, Rome.
FAO. 2009b. Feeding
The World 2050. FAO, Rome.
Komentar
Posting Komentar